Manfaat Dan Kandungan Genjer

genjerManfaat Dan Kandungan Daun Genjer,- Genjer (Limnocharis flava) merupakan salah satu kategori tumbuhan yg hidup di tanah berair (rawa, empang atau sawah). Sekedar info, tanaman ini menjadi simbol orang miskin. Pada jaman pendudukan Jepang (1942-1945) saat krisis pangan berlangsung, genjer menjadi alternatif bahan makananan. Genjer kaya akan kandungan protein, energy, karbohidrat, kalsium, fosfor, zat besi, & serat. Genjer yaitu makanan yg enak untuk dimakan & pula menyehatkan tubuh kita.

Sekarang Ini genjer tak lagi identik dimakan warga golongan bawah, tapi kini semua kalangan mengkonsumsi genjer sejak mulai merambah di sekian banyak restoran-restoran elit. Tidak cuma rasanya yg lezat, tumbuhan ini nyata-nyatanya kaya unsur gizi. Dari sekian banyak penelitian ilmiah menyebut, daun tanaman yg konon berasal dari Amerika ini serta amat sangat baik utk saluran pencernaan manusia sebab mempunyai kandungan serat yg reltif tinggi.

Daun & bunga genjer mengandung kardenolin, disamping itu daunnya pun mengandung flavonoida & polifenol. Dalam tiap-tiap 100 g genjer mengandung energi 39 kkal, protein 1,7 g, karbohidrat 7,7 g, kalsium 62 mg, fosfor 33 mg & zat besi 2.1 mg. Sayuran ini pun kaya akan serat yg baik buat menjaga saluran sistem pencernaan.

Kalau rajin mengonsumsi sayuran ini, dipercaya kanker kolon & sembelit bakal jauh dari kamu. Daun & bunga genjer berkhasiat yang merupakan penambah nafsu makan. Buat penambah nafsu makan digunakan ±15 gr daun segar genjer, dicuci & dikukus hingga setengah matang dulu dikonsumsi yang merupakan lalapan.

Karena sayuran ini kaya akan serat, maka dijamin baik buat menjaga saluran system pencernaan. Kalau rajin mengonsumsi sayuran ini, maka berkhasiat kanker kolon & sembelit dapat jauh dari kamu.

Daun genjer serta menjadikan sumber menginspirasi penduduk buat membuat suatu lagu. Judul lagunya merupakan “genjer-genjer” sebenarnya latar belakang lagu ini diciptakan ialah lagu Genjer-Genjer itu diangkat dari lagu dolanan yg berjudul “Tong Alak Gentak”. Lagu rakyat yg hidup di Banyuwangi itu, selanjutnya dikasih syair baru seperti dalam lagu genjer-genjer. Syair lagu Genjer-Genjer dimaksudkan yang merupakan sindiran atas periode pendudukan Jepang ke Indonesia. Pada waktu itu, keadaan rakyat makin sengsara dibanding pada awal mulanya.

Bahkan ‘genjer’ (Limnocharis flava) tanaman gulma yg tumbuh di rawa-rawa diawal mulanya dimakan itik, tetapi jadi santapan yg lezat akibat tak sanggup membeli daging. Menurut Suripan Sadi Hutomo (1990 : 10), upaya yg dilakukan Meter Arif serasi dgn fungsi Sastra Lisan, yakni sbg kritik sosial, menyidir penguasa & media perjuangan. Tidak hanya itu, genjer pula bias dijadikan fasilitas utk mengakses satu buah lapangan pekerjaan. Dengan caranya ialah budidaya tanaman genjer.

Genjer berkembang biak dengan cara generatif bersama biji, pula vegetatif bersama sulur (anakan). Sehingga dalam kala segera genjer tersebar ke seluruhnya lahan basah dataran rendah & menengah di Indonesia, terutama di lahan sawah. Bersama dengan tanaman air yang lain, genjer setelah itu jadi gulma bagi tanaman padi sawah.

Walau dalam ketika serta-merta tersebar ke areal persawahan, genjer bukan jadi gulma yg potensial mengintimidasi tanaman padi. Beda dengan eceng gondok, yg setelah itu jadi gulma yg mengintimidasi perairan tropis, & hingga kini susah utk diatasi, genjer tak terlampaui mengganggu tanaman padi di sawah. Bahkan para petani mampu memanfaatkannya yang merupakan sayuran yg pass lezat citarasanya.

Facebook Comments